Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara cepat dan mudah memahami Konversi Bilangan

CARA CEPAT DAN MUDAH MEMAHAMI KONVERSI BILANGAN

Dalam perhitungan matematika kita lebih sering mengenal bilangan desimal ( 0 s/d 9 ) dibandingkan dengan bilangan biner ( 1 dan 0 ) atau hexadecimal ( 0 s/d  F ). Yaa mungkin kita tidak terlalu butuh dengan bilangan-bilangan yang asing itu, namun kita sebagai administrator jaringan atau orang IT fardlu ‘ain hukumnya untuk mempelajari bab konversi bilangan ini.

Baik, Disini akan kami jabarkan tentang konversi dari bilangan desimal ke biner atau dari biner ke hexadecimal dan atau sebaliknya. Materi Konversi ini dibuat untuk memudahkan para administrator jaringan mengetahui struktur IP yang berbasiskan bilangan biner, sekaligus memperjelas materi yang sebelumnya tentang Cara Hitung Cepat dan Mudah Subnetting IP Address.

A. KONVERSI BILANGAN DESIMAL KE BILANGAN BINER

Cara konversi bilangan biner dari bilangan desimal menggunakan metode pembagian yaitu membagi bilangan desimal dengan bilangan 2 sambil memperhatikan hasil sisa pembagian, perhatikan bebereapa contoh di bawah ini

Contoh soal 1 :
(1) 192
Jawaban
Pada IP class C kita tak asing dengan bilangan desimal 192, berapa bilangan binernya?
192 : 2 = 96 sisa bagi = 0
96 : 2 = 48 sisa bagi = 0
48 : 2 = 24 sisa bagi = 0
24 : 2 = 12 sisa bagi = 0
12 : 2 = 6 sisa bagi = 0
6 : 2 = 3 sisa bagi = 0
3 : 2 = 1 sisa bagi = 1


Angka hasil konversi di atas yaitu : 11000000,

Kok bisa? Kok tidak 0000001?

Iya, karena pembacaannya diawali dari bawah keatas, perhatikan ulasan berikut
Konversi Bilangan Desimal ke Biner untuk Subnetting IP












Contoh soal 2 :
(1) 255

Jawaban
Pada Subnetting IP kita taka sing dengan bilangan desimal 255, berapa bilangan binernya?
255 : 2 = 127 sisa bagi = 1
127 : 2 = 63 sisa bagi = 1
63 : 2 = 31 sisa bagi = 1
31 : 2 = 15 sisa bagi = 1
15 : 2 = 7 sisa bagi = 1
7 : 2 = 3 sisa bagi = 1
3 : 2 = 1 sisa bagi = 1


Angka hasil konversi di atas yaitu : 11111111,

Angka 1 Kok berjumlah 8, kok tidak 7 ?

Iya, perhatikan ulasan berikut
Cara cepat dan mudah memahami Konversi Bilangan untuk Subnetting IP Address













Dari ulasan di atas bisa kita tarik kesimpulan bahwasanya asal muasal dari struktur IP Address v4 adalah dari bilangan tersebut, tak heran jika setiap segmen dalam jaringan terdiri dari 8 bit (karena biner dari angka 255 terdapat 8 digit)  simak ulasan berikut


Struktur IP Address

Struktur IP Address V4 dan pembagiannya

Pada IPv4 terdiri dari bilangan biner sepanjang 32 bit yang terbagi menjad 4 bagian atau 4 segmen. Tiap segmen terdiri dari 8 bit yang berarti memiliki nilai desimal dari 0 - 255. Luas area dari alamat IP ( range address ) yang bisa digunakan adalah dari 00000000.00000000.00000000.00000000 sampai dengan 11111111.11111111.11111111.11111111. Jadi, ada sebanyak 232 kombinasi address yang bisa dipakai diseluruh dunia (walaupun pada kenyataannya ada sejumlah IP Address yang digunakan untuk keperluan khusus). Jadi, jaringan TCP/IP dengan 32 bit address ini mampu menampung sebanyak 232 atau lebih dari 4 milyar host. Untuk memudahkan pembacaan dan penulisan, IP Address biasanya direpresentasikan dalam bilangan desimal. Jadi, range address di atas dapat diubah menjadi address 0.0.0.0 sampai address 255.255.255.255. Nilai desimal dari IP Address inilah yang dikenal dalam pemakaian sehari-hari.

Dan untuk pembuktian konversi angka desimal ini bisa dibalik dengan cara merubahnya kembali menjadi bilangan biner. Simak ulasan berikutnya


B. KONVERSI BILANGANBINER KE BILANGAN DESIMAL
Cara mengkonversinya  dengan membuat pemetaan bilangan biner dengan cara mengalikan semua digit bilangan biner dengan 2n, untuk lebih jelasnya simak contoh kasus di bawah ini

Contoh 1
11000000

Jawaban
Petakan bilangan biner di atas dengan format sebagai berikut

1     1       0          0    0       0          0         0
(1x2)+ (1x2)+ (0x2)+ (0x2)+ (0x2)+ (0x2)+ (0x2)+ (0x2)

Kemudian beri pangkat dari belakang secara berurutan dari pangkat nol (0) hingga pangkat ke (n), sehingga menghasilkan format sebagai berikut

(1x27)+ (1x26)+ (0x25)+ (0x24)+ (0x23)+ (0x22)+ (0x21)+ (0x20)

= 128+ 64+0+0+0+0+0+0
= 192

Sehinggal hasil konversi dari 11000000 = 192



Contoh 2
11111111

Jawaban
Petakan bilangan biner di atas dengan format sebagai berikut

1     1       1         1     1      1         1     1
(1x2)+ (1x2)+ (1x2)+ (1x2)+ (1x2)+ (1x2)+ (1x2)+ (1x2)

Kemudian beri pangkat dari belakang secara berurutan dari pangkat nol (0) hingga pangkat ke (n), sehingga menghasilkan format sebagai berikut

(1x27)+ (1x26)+ (1x25)+ (1x24)+ (1x23)+ (1x22)+ (1x21)+ (1x20)

= 128+ 64+32+16+8+4+2+1
= 255

Ingat, 2 pangkat 0 20 = 1

Sehinggal hasil konversi dari 11111111= 255


Dengan hasil konversi di atas kita jauh lebih mudah untuk belajar subnetting IP Address,
Perhatikan kelipatan 2n  bilangan 255 di atas, jika kita amati hasilnya berurut 1, 2, 4, 8, 16, 32, 64, 128

Angka-angka penting di atas sepatutnya kita hafalkan agar memudahkan perhitungan subnetting IP pada bahasan sebelumnya.


Terima kasih anda telah membaca artikel Cara cepat dan mudah memahami Konversi Bilangan , jika ada yang kurang mengerti, silahkan tinggalkan komentar di bawah ini, insya alloh jika ada waktu akan kami jawab semampu pengetahuan kami, nantikan artikel jaringan berikutnya, semoga bermanfa'at dan semoga hari-hari anda senantiasa mendapat curahan cahaya kasih sayang Alloh SWT. Amiin